Aliran Nil Sampai di Indonesia

Updated at: 00:21.
Under Category: Pengetahuan
Malam masih belum puas dengan gelapnya. Tapi itu tidak berarti sepinya nafas yang masih berdengus di jantung ibu kota Kairo. Masih ramai. Apalagi sekarang sudah memasuki musim panas. Azan Magrib yang pukul 20.00 CLT dan Azan Isya pukul 22.00 CLT, membuat pukul 24.00 seakan bukan tengah malam. Belum terlihat toko-toko ditutup dan belum sepinya jalan dari kepadatan kendaraan bermotor.

Aku kembali terseret aliran tenang sungai Nil. Perlahan tapi pasti, membawa titik-titik kehidupan bagi tiap daerah yang dilewatinya. Dari butir-butirnya yang dingin itu ada kesyukuran makhluk yang bergantung pada alirannya. Pancaran lampu hotel-hotel berbintang yang berbaris tegak memagari sepanjang sungai menambah eksotisme malam yang diiringi ramai musik perahu-perahu kecil yang membawa pengunjung berkeliling hanya dengan membayar 2 pon. Belum lagi lukisan hidup yang kita dapati dari kapal-kapal besar yang tenang berjejer di tepi. Tarif yang berdollar-dollar tentu menjamin pelayanan yang akan kita dapat di dalamnya.

Kata Nil berasal dari bahasa Mesir kuno, nwy, yang berarti air. Dari kata ini muncul kata nahal dalam bahasa Arab. Neilos dalam bahasa Yunani, dan nilus dalam bahasa Latin, yang berarti air, sungai atau lembah. Nama lainnya adalah sungai Kem, Kemi atau Aigyptos, yang berarti hitam atau kegelapan. Semuanya adalah sebutan untuk Lumpur yang ditinggalkan setelah banjir surut. Sungai yang terlahir dari Pegunungan Burundi dan berakhir di Laut Tengah melewati beberapa negara Afrika: Sudan, Ethiopia, Mesir, Burundi, Rwanda, Tanzania, Uganda dan Kenya. Tapi malam ini nampaknya berbeda. Aliran sungai ini bukan lagi 6.690 km. Tapi seakan bertambah. Jumlah negara-negara yang dilewatinya pun juga bertambah satu. Indonesia. Ya, Indonesia.

Aliran sungai itu membawa rindu tebalku akan malam yang kulewati bersama pujaan hati yang kini sedang berlibur ke Indonesia. Saat kami duduk ditaman kecil tepi sungai ajaib ini. Di atas kursi kami duduk berdua, bercerita, tersenyum, tertawa, berbagi kisah sambil menangkap tiap keindahan dengan dua kamera mata. Di taman ini keluarga, juga para pemuda lainnya menikmati saat-saat terindah dalam sejarah hidupnya. Ramai anak kecil berkejaran senada dengan lalu lalang perahu dengan ramai kerlip lampu di sekujur tubuhnya.

Eksotisme termahal yang aku rasa dalam hidupku. Nil memang mempunyai aura tersendiri bila malam mulai menyapa dan kuning menyala sudah mengelilingi kita. Itu semua hadir berkelebat dalam jiwaku. Kini saat masing-masing dari kita berdua bergulat dengan kesibukan dan kegiatan. Pujaanku sibuk dengan muktamar di Indonesia, sedangkan aku terus mengikuti irama kegiatan mahasiswa di Kairo. Ditambah lagi jarak terbentang yang menguji kita selama empat purnama. Hanya bait syair doa yang mampu saling kami titipkan lewat tenang aliran sungai NIl.

Semoga kita berdua bisa seperti Nil dan Mesir yang berjodoh dan saling menghargai. Nil berjodoh dengan Mesir karena berada di tempat yang tepat. Karena bila seandainya NIl berada di Indonesia, tentu kehadirannya tidak begitu istimewa dengan puluhan sungai lainnya. Dan Mesir menghargai NIl dengan menjaga kebersihannya, serta menempatkan hotel-hotel berbintang di sekitarnya. NIl pun membalas menghargai Mesir dengan terus mengaliri sejuk air yang merupakan sumber kehidupan di bumi ini.


Aliran Nil Sampai di Indonesia
"Aliran Nil Sampai di Indonesia" Di Posting oleh blog , Friday, July 9, 2010, pukul 00:21 dalam topik Pengetahuan dan permalink http://uchilucuw.blogspot.com/2010/07/aliran-nil-sampai-di-indonesia.html. Nomer ID: 5.888,888.

Comments :

 
© 2012 Uchi Lucu
Is Hosted by Blogger